//www.itn.ac.id/news/gambar/111179.jpg)

Adelin Lis ketika menandatangani BAP di hadapan Kasat Tipiter Dit Reskrim Polda Sumut, AKBP Manumpak Butar-butar saat penangkapannya beberapa tahun silam (http://www.itn.ac.id/news/gambar/111179.jpg)

Kasasi yang diajukan oleh Kejaksaan Agung atas vonis bebas terdakwa korupsi dan pembalakan liar di Mandailing Natal Sumatera Utara, Adelin Lis, diterima oleh Mahkamah Agung (MA).  Adelin diputus 10 tahun penjara dan denda Rp119,8 miliar.

 

Informasi ini tentu saja menggembirakan bagi sebagian orang yang mengikuti perjalanan Adelin Lis dari Markas Polda Sumatera Utara hingga kabur dari Rumah Tahanan Tanjung Gusta usai vonis bebas itu 5 November 2007. “Ini baru inkrah,” ujar seorang perwira menengah Polri (tak usah saya sebut nama), yang saat ini menjabat sebagai Direktur Reskrim di Pulau Borneo.

Kenapa tangan ini SMS ke dia?  Karena bagi  saya, perwira ini cukup dekat dengan orang-orang seperti saya (kuli tinta). Nah, saat Adelin Lis kabur dari Tanjung Gusta dia masih bertugas di Polda Sumut. Tak lama setelah Adelin Lis menghilang, perwira ini pun di mutasi menjadi pendidik di PTIK. “Ini tugas, saya harus siap dengan perintah pimpinan,” ujarnya sambil menitiskan air mata kala serah terima jabatan dengan penggantinya.

Lalu apa itu inkrah? Setelah saya tanya pada beberapa ahli bahasa, arti inkrah itu adalah impas=seri. Lalu apa yang impas=seri? Para pembaca tulisan ini tentu sudah tahulah…. Sebenarnya saya tak ingin menyebut ada konspirasi besar dibalik kasus Adelin Lis. Tapi begitulah kenyataannya, meskipun saya tak bisa membuktikannya? Bisa hilang kepala nih…
(Mohon maaf bagi yang berilmu tinggi)

Terpidana mati Ahmad Suraji alias Dukun AS telah menjalani hukumannya kemarin malam. Tiga peluru yang menembus raganya mengantar jenazah Dukun AS ke pemakaman muslim Dusun 15 Kelingan Desa Sei Semayang Sunggal, Deli Serdang.

Baca entri selengkapnya »

Hadirnya musisi muda asal Inggris James Blunt di Jakarta, sepertinya takkan mudah dilupakan para penontonnya. Bagaimana tidak, konser yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu 21 Mei 2008, mampu menghanyutkan ribuan penonton yang datang.

Baca entri selengkapnya »

Dingin, seram, dan lelah. Tiga kata itu mengantar penulis dan puluhan jurnalis lainnya di kawasan hutan Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu, Cikole, Lembang, Jawa Barat, 19-20 Mei 2008. Setelah kami melalui dua hari di tempat itu dengan kegiatan outbond, ungkapan berubah menjadi bersenang-senang, seru dan yang pasti kebersamaan.

Baca entri selengkapnya »

Hasil Pilkada Gubsu 2008 menjadikan pasangan Syampurno sebagai Gubsu-Wagubsu 2008-2013. Setelah itu perpolitikan Sumatera Utara tetap menarik untuk dibicarakan. Meski terdengar lucu, Syamsul Arifin (Wak ‘Ndut, red) akan menggantikan Ali Umri sebagai Ketua DPD Golkar Sumatera Utara. Mau tahu kenapa, saya hanya mengambil pernyataan dari Firman Subagyo, salah satu petinggi Partai Golkar yang berkata, “Bang Syamsul kan kader Golkar juga…” di acara Dialog Today, Metro TV, Selasa (22/4) malam. Ucapan ini dianggukkan Wak ‘Ndut beriring tepuk tangan bercampur tawa orang-orang yang hadir di situ.

Baca entri selengkapnya »

Ada kabar menarik sekaligus mengejutkan dari Aceh (setidaknya bagi saya…). Gong Integritas Bangsa yang dibuat Komunitas Tiong Hua Anti Korupsi (KONTAK), ditolak keberadaanya oleh Pemerintah Kota Sabang. Pasalnya pada bagian tengah gong tersebut terdapat lafaz Allah, yang ditempatkan berdampingan dengan lima lambang agama lain dan ratusan lambang organisasi. Gong tersebut nantinya akan dipukul bergantian oleh 20 orang perwakilan elemen masyarakat sebagai lambang pemersatu bangsa, pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang dipusatkan di Sabang, Mei 2008.

Baca entri selengkapnya »

Setelah unggul dalam hitung cepat oleh tiga lembaga independen, pasangan No 5 yang diusung PKS, PPP, Partai Patriot, PBB dan tujuh partai lain bisa dipastikan keluar sebagai pemenang dan akan memimpin Sumut 5 tahun mendatang. Tapi saya tidak ingin bercerita tentang kemenangan Bang Syamsul-Mas Gatot di Pilkada ini. Tetapi lebih pada kata balita, orangmati dan golongan putih yang menurut saya, tiga kata itu memiliki keterhubungan di Pilkada Gubsu 2008.

Baca entri selengkapnya »

Kantor DPD PKS yang berada di Jalan Katapang, Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilempar bom molotov Senin (14/4) siang. Satu orang dari pelempar tersebut telah ditangkap. Tapi katanya, pelaku melempar bom itu atas inisiatif sendiri tanpa suruhan. Ini cukup menggelikan bagi saya. Entah bagaimana dengan Anda?

Baca entri selengkapnya »

Pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (PKS-PAN, No Urut 3) tampaknya tak terbendung untuk menempati kantor Gubernur Jawa Barat hingga lima tahun mendatang. Data quick count menunjukkan ‘Jojo’ bakal jadi Jabar II dan pindah ruang kerja dari Senayan yang kemaren ribut sama SLANK, ha..ha.. Meski masih banyak suara yang belum dihitung, optimis boleh kan? Bagaimana kiprah PKS-PAN di Pilgub Sumut, karena dua partai ini mendukung calon yang berbeda. Atau, pasangan No Urut 3 juga yang bakal menang di Pilgub Sumut. Ah… nanti saja itu, kita cerita si Jojo dulu..

Baca entri selengkapnya »

Finale Amaro Milan

April 13, 2008

Bagi AC Milan, bermain di Turin sama seperti saat bertanding di Palermo dan Roma. Bermain luar biasa, tapi harus pulang tanpa poin. Hasil akhir yang sangat pahit (finale amaro-Bahasa Italia-red) bagi Milan, yang katanya sebuah klub raksasa di Eropa.

Baca entri selengkapnya »